Salsabila Hadir Mengikuti Kajian Ahad Subuh di Masjid Al-Muhajirin: Pentingnya Memperbanyak Istighfar
Minggu, 03 Mei 2026
Ahad Subuh awal Bulan Mei 2026 berlangsung penuh kekhusyukan di Masjid Al-Muhajirin, Jalan Sukajadi, Kubang, Pekanbaru. Jamaah memulai rangkaian ibadah dengan melaksanakan shalat qobliyah subuh, dilanjutkan shalat subuh berjamaah, kajian subuh hingga shalat israq.
Kajian Ahad Subuh (3/05/2026) menghadirkan Ustadz DR. Zulkifli, M.Ag dengan tema kajian Istighfar. Kajian berlangsung penuh hikmah dan menyentuh hati para jamaah yang hadir sejak waktu subuh hingga akhir acara.
Dalam tausiyahnya, Ustadz DR. Zulkifli, M.Ag menyampaikan bahwa saat ini banyak kaum muslimin yang sedang berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Namun, bagi yang belum memiliki kesempatan untuk berhaji tidak perlu bersedih hati. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa menghadiri majelis ilmu pada waktu subuh di masjid memiliki keutamaan yang sangat besar disisi Allah Ta’ala.
Beliau menjelaskan bahwa orang yang melaksanakan shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir dan mengikuti majelis ilmu hingga matahari terbit, lalu melaksanakan shalat israq dua rakaat, akan mendapatkan pahala seperti haji dan umrah yang sempurna.
Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa melaksanakan shalat subuh berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu ia melaksanakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah.” Rasulullah SAW bersabda: “Sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. At-Tirmidzi No. 586)
Kajian subuh kemudian membahas tentang pentingnya memperbanyak istighfar dalam kehidupan sehari-hari. Ustadz menjelaskan bahwa istighfar dapat dibaca kapan saja dan di mana saja, kecuali di tempat yang tidak layak seperti kamar mandi.
Rasulullah SAW sendiri, meskipun telah dijamin ampunan oleh Allah Ta’ala tetap memperbanyak istighfar lebih dari 70 kali dalam sehari.
Dalam kajian tersebut juga disampaikan firman Allah Ta’ala dalam Surah Nuh ayat 10–12 yang menjelaskan tentang keutamaan istighfar dan besarnya rahmat Allah Ta’ala bagi orang-orang yang memohon ampun kepada-Nya.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Nabi Nuh AS menyeru kaumnya agar memperbanyak istighfar kepada Allah Ta’ala karena manusia tidak pernah luput dari dosa dan kesalahan. Dengan istighfar, Allah Ta'ala akan memberikan ampunan, keberkahan rezeki, keturunan, serta berbagai nikmat kehidupan lainnya.
Ustadz DR. Zulkifli, M.Ag juga mengisahkan perjuangan Nabi Nuh AS dalam berdakwah selama ratusan tahun dengan penuh kesabaran, meskipun hanya sedikit pengikut yang beriman. Ketika kaumnya tetap membangkang dan menolak ajaran Allah Ta’ala, akhirnya Allah Ta’ala menurunkan banjir besar yang menenggelamkan negeri mereka. Namun, disebutkan bahwa orang-orang yang beriman dan memperbanyak istighfar mendapatkan pertolongan dari Allah Ta’ala.
Pesan utama dalam kajian ini adalah agar setiap muslim memperbanyak istighfar dalam segala keadaan, baik ketika senang maupun saat menghadapi kesulitan hidup. Istighfar bukan hanya menjadi jalan memohon ampunan dosa, tetapi juga menjadi sebab datangnya ketenangan hati, pertolongan Allah Ta’ala kemudahan urusan, serta keberkahan rezeki.
Kajian semakin menarik ketika Ustadz menyampaikan kisah Imam Ahmad bin Hanbal dengan seorang pedagang roti yang rajin beristighfar. Karena kebiasaannya memperbanyak istighfar, Allah Ta’ala memberikan keberkahan luar biasa dalam hidup pedagang tersebut hingga dipertemukan dengan seorang ulama besar.
Diakhir kajian, jamaah diajak untuk merenungkan sebuah pertanyaan penting:
“Sudah berapa kali kita beristighfar setiap hari?”
Para ulama menganjurkan agar kaum muslimin senantiasa memperbanyak istighfar kepada Allah Ta’ala setiap hari, karena manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Dengan istighfar, hati menjadi lebih tenang dan kehidupan menjadi lebih dekat dengan rahmat Allah Ta’ala.
Semoga Kajian Ahad Subuh di Masjid Al-Muhajirin ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah Ta’ala dengan memperbanyak istighfar dalam kehidupan sehari-hari.***
Contoh Lafaz Istighfar





